News

Latest Post
Loading...
“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

Kamis, 01 Desember 2016

Peran Media Sosial bagi Kemajuan Pendidikan yang Demokratis

Rochimudin Indonesia | Kamis, 01 Desember 2016 | 15.16 |
Itulah kalimat untuk mendeskripsikan pentingnya penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di era global. Pembelajaran harus ditopang dengan TIK untuk memudahkan peserta didik dalam memahami dan menguasai materi. Materi pembelajaran dan teori serta implementasi atau penerapannya dalam kehidupan sehari-hari diperlukan media untuk memvisualisasikan ataupun menunjukan hubungan dan realitasnya. Pembelajaran sudah saatnya bergeser dari abstrak menjadi konkret dan ada pembuktiannya.

Media pembelajaran sebagai hasil aplikasi TIK terdiri dari penyajian materi atau presentasi dan interaktivitasnya, uji coba praktik, latihan soal dan komunikasi admin dengan user (siswa). Media ini sebaiknya dapat dioperasikan secara online dan offline. Secara online supaya bagi siswa, sekolah dan masyarakat dapat langsung belajar dan berinteraksi dengan admin (guru) dan memberikan masukan sebagai bahan ide atau perbaikan. Secara offline, supaya siswa atau sekolah yang masih belum menikmati internet secara maksimal dapat menggunakan media. Inilah yang disebut pemanfatan media secara berkeadilan.

Era global sudag mengalami pergeseran, dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi, dari belajar dengan guru menjadi belajar mandiri, dari belajar dengan satu guru menjadi belajar dengan banyak guru atau ahli, dari belajar di kelas menjadi belajar di berbagai tempat dan internet, dan sebagainya. Media juga mengalami perkembangan dari media pembelajaran, media massa dan media sosial. Sebagai guru harus sadar dan berubah bahwa dengan TIK dan media sosial di internet, perkembangan demokrasi menjadi sangat cepat dan dapat menjangkau segenap lapisan masyarakat. Oleh karena itu segala-galanya bisa dari media termasuk media sosial.

Sekarang ini di perkotaan, hampir semua siswa mempunyai Handphone atau perangkat seluler semacamnya dan sekolah memiliki komputer yang terhubung dengan akses internet. BBC Indonesia menyebutkan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 181 menit per hari untuk bermain handphone. Indonesia juga merupakan negara dengan penggunaan internet termasuk 10 besar di dunia dan memanfaatkan search engine google sebagian besar untuk hiburan dengan membuka musik, video, film, ataupun game. Hal ini berarti masih kecil presentase yang digunakan untuk pendidikan. Perannya masih banyak menjadi user atau pengguna internet belum menjadi pemain dalam berinternet. Mudah-mudahan kita bukan hanya menjadi user saja namun sudah mencoba menjadi pemain dengan mengelola web atau blog dan media sosial untuk pembelajaran dan kemaslahatan bangsa.

Seiring berubahnya jaman, perkembangan IPTEK dan kurikulum, maka peran dan fungsi guru juga mengalami penyesuaian. Sedangkan kemampuan guru seharusnya mengalami penambahan. Berikut merupakan perbedaan cara belajar dari guru jaman dulu dan jaman sekarang:
1. Belajar menghafal. Belajar lebih banyak dengan menghafal buku atau materi.
2. Guru menjelaskan siswa mendengarkan.
3. Harus mencari guru apabila ingin bertanya atau minta penjelasan lebih lanjut.
4. Sumber belajar dari buku.


Perbedaan Guru Jaman Dulu dan Sekarang oleh Yudi Supriadi (dok: youtube.com)

Guru jaman sekarang:
1. Belajar dengan variatif. Tidak hanya atau harus menghafal, juga mencari materi.
2. Siswa dapat bertanya dan materi tidak hanya dari guru, siswa dapat belajar ke orang lain atau mencari di internet.
3. Tidak harus mencari guru apabila ingin bertanya atau minta penjelasan lagi. Siswa dapat bertanya ke guru melalui hp, media sosial, atau wesite guru.
4. Sumber belajar bervariasi tidak hanya buku, bisa web, e-book, aplikasi, dll.

Melalui tulisan ini, saya akan berbagi bahwasanya ada tiga pilar penting bagi guru untuk menjadi pemain di internet yang berkaitan dengan pembelajaran terutama melalui media sosial bagi siswa yaitu:

  • 1. Belajar menulis dan membuat media pembelajaran.
  • 2. Belajar komputer terutama aplikasi office dan desain web (pemanfaatan TIK).
  • 3. Belajar Blog atau microblog.

Ketiga pilar tersebut merupakan kekuatan dahsyat sebagai guru pemain di dunia maya. Selanjutnya akan saya uraikan berikut ini.

BELAJAR MENULIS
Pada dasarnya siswa atau masyarakat sudah pernah menulis yaitu ketika saat sekolah pasti sudah pernah membuat makalah, tugas akhir atau skripsi. Kemampuan menulis itu tinggal di asah dan diperluas sehingga dapat menghasilkan artikel, naskah penelitian, essay, dan sebagainya. Lebih lanjut secara tertulis dikembangkan menjadi membuat media atau alur pembelajaran. Dengan kemampuan ini seorang warga negara akan mempunyai banyak tulisan untuk dipublikasikan ataupun dibagi dengan rekan-rekan masyarakat lainnya.

BELAJAR KOMPUTER / TIK
Penguasaan TIK atau komputer dapat ditempuh secara otodidak atau belajar sendiri dengan modul pelatihan atau bertanya kepada teman. Selain itu dapat juga melalui kursus atau diklat. Aplikasi office yang meliputi pengolah kata atau word, pengolah angka atau excel, dan presentasi merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki guru agar tidak gaptek. Pembuatan tulisan dengan aplikasi tersebut merupakan konten yang dapat dipublikasikan dan dibagi dengan orang lainnya.

Lebih lanjut dalam belajar TIK (sebenarnya tidak harus) adalah belajar desain web sederhana misalnya weblog. Hal ini diperlukan apabila seorang guru akan mempunyai website, weblog, ataupun akun media sosial sebagai tempat publikasi ataupun berbagi.

BELAJAR BLOG
Blog merupakan website gratis (ada juga yang berbayar) untuk memuat konten yang telah dihasilkan oleh guru. Belajar blog secara otodidak lebih mudah karena sudah disediakan panduannya oleh penyedia domain seperti blogspot, wordpress, tumblr, kompasiana, dan lain-lain. Yang perlu dipelajari lebih lanjut adalah apabila ingin tampilan blog lebih dinamis dan menarik dan pengisian konten tidak sekedar tulisan atau teks. Isi sebuah web atau blog termasuk media sosial sudah berkembang demikian pesat sehingga perlu memiliki kemampuan untuk membuat atau mengirimkan data berbentuk gambar, animasi, suara, video, dan presentasi, Hal inilah yang akan membuat sebuah blog atau web akan menarik dan dapat dijadikan sebagai sumber dan media pembelajaran maupun untuk memberikan informasi yang dapat mengedukasi masyarakat.

BLOG UNTUK PEMBELAJARAN
Evolusi lebih lanjut dari blog yaitu sebagai sarana atau media pembelajaran bahkan dapat digunakan sebagai e-learning. Thomas Toth (2003) sebagaimana dikutip dalam buku Strategi Belajar Mengajar oleh Drs. Hamdani, M.A tahun 2011 menjelaskan bahwa e-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies, seperti PDA dan MP3 Players. Juga penggunaaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau websites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting sistem, dan lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda. 

Secara sederhana blog yang bertemakan pembelajaran dapat diakses oleh siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dan kemudian memberikan interaksi langsung dalam bentuk komentar atau respon secara on line adalah e-learning yang sederhana. 

Untuk mengoptimalkan blog sebagai sumber atau media pembelajaran (e-learning), kita harus mengkustomisasi desain dan template, memasukan links (embed html) dari pihak lain seperti youtube.com, slideshare.net, scribd.com, google drive, dan sebagainya. Kita ambil contoh tayangan presentasi powerpoint, presentasi dapat berjalan seperti saat kita menayangkan secara off line (manual di komputer) dengan bantuan slideshare.net ataupun google drive.

MANFAAT BLOG BAGI PEMBELAJARAN
Manfaat menggunakan Blog sebagai sumber dan media pembelajaran antara lain:
1. Sebagai website gratis (meskipun ada yang berbayar) yang terbuka untuk dieksplorasi oleh admin atau pemilik blog setara dengan website sebagai portal pembelajaran.
2. Dapat dibuka dengan perangkat elektronik apapun (HP, Tab, Notebook, dsb) dengan tampilan yang menyesuaikan.
3. Dapat menampilkan (support) file gambar, animasi, suara, video, presentasi, e-book, pdf, dll.
4. Dapat berkomunikasi secara optimal dengan embed links dari berbagai akun media sosial seperti facebook, twitter, feedburner, dsb.
5. Dapat dibangun untuk e-learning.
6. Sebagai bagasi dan untuk menampilkan (view) file-file terutama perangkat pembelajaran dan media pembelajaran.

Agar Blog Pembelajaran semakin variatif dan menarik kontennya, ada beberapa link yang dapat digunakan untuk memperkaya konten antara lain:

1. Google Drive.
Google drive merupakan salah satu fasilitas dari google sebagai tempat bagasi file dan previewnya yang dapat disaksikan secara interaktif. Menu drive ini dapat membuka file pdf, gambar, word, excel, dan presentasi yang terdiri dari:
a. word online, untuk menyimpan dan menampilkan file dengan ekstensi .doc atau word dan pdf. Contoh penggunaannya klik disini untuk tampilan pdf dan klik disini untuk word.
b. excel online, digunakan untuk pendataan maupun operasi pengolah angka secara on line. Contoh penggunaan dalam bentuk tugas atau ulangan klik disini dan tampilan hasilnya klik disini.
c. presentasi online, digunakan untuk menyimpan file presentasi dan gambar dan menampilkannya. Contoh penggunaan klik disini.

2. Slideshare
Merupakan sebuah website sebagai tempat menyimpan file presentasi dan menampilkannya. Embed linknya dapat diambil dan ditampilkan pada blog. Contohnya silahkan klik disini atau disini.

3. Youtube
Beragam video dapat kita link termasuk video buatan sendiri atau karya siswa. Klik disini untuk melihat video link dari youtube atau klik disini untuk video buatan siswa sendiri yang telah di link ke blog.

4. Powtoon
Web penyedia pembuatan presentasi dalam bentuk video ini telah banyak digunakan oleh siswa karena mudah dalam pembuatannya video meskipun harus online. Untuk melihat hasil dari siswa kami silahkan klik disini.

5. swfcabin
Merupakan sebuah web sebagai tempat bagasi menyimpan file-file berekstensi .swf atau flash. Embed linknya dapat ditampilkan di blog. Silahkan klik disini untuk melihat hasilnya.

6. Proprofs
Merupakan web penyedia dan tempat untuk membuat game secara online. Hasilnya dapat diembed link. Berikut adalah contoh game yang berkaitan dengan materi pelajaran yang saya link sebagai game edukatif. Silahkan klik disini untuk melihatnya.

7. Widget
Bermacam-macam widget atau aplikasi penghias blog supaya desain lebih indah dan interaktif. Berikut saya ambilkan contoh widget yang sesuai dengan nilai pendidikan agama Islam.

8. SCM Music Player
Merupakan web penyedia player musik untuk memainkan musik yang kita suka sebagai penyemangat maupun media pembelajaran. Contoh penerapannya ada pada blog ini di atas header. Silahkan klik disini untuk melihat atau lihat di atas blog ini.

9. Komunikasi dengan siswa atau pengunjung
Akun media sosial kita seperti twitter, facebook, feedburner, dan sebagainya dapat kita tampilkan di blog. Hal ini untuk memudahkan kita komunikasi dengan siswa apabila ada pertanyaan atau kesulitan memahami materi posting kita. Berikut ini contoh kotak komentar dengan aplikasi facebook klik disini.

HP dan Tablet digunakan sebagai
alat bantu pembelajaran
Pembelajaran dengan sumber dan
media blog di SMA 5 Semarang

Oleh karena itu sebagai simpulan, media sosial bukanlah segalanya namun segala-galanya bisa dari media sosial. Sebagai pengembangan lebih lanjut dari kemampuan penguasaan TIK, blog telah menjadi kebutuhan dalam dunia penulisan maupun sosial media edukasi. Mari kita membuat BLOG untuk pembelajaran sebagai sumbangsih atau peran pembangunan pendidikan di negara kita yang demokratis ini. Bagi yang sudah punya, mari kita tingkatkan BLOG menjadi sumber dan media pembelajaran dengan konten yang bervariasi (gambar, animasi, suara, video, latihan soal, e-book, dll). Dengan embed link ke media sosial, blog dapat digunakan secara interaktif untuk berkomunikasi dengan siswa atau pengunjung, baik komunikasi berbentuk teks, suara maupun video conference. Akan lebih menarik dan optimal apabila kita bangun blog sebagai portal e-learning. Nah tunggu apa lagi?

Semoga tulisan ini dapat menambah inspirasi bagi rekan-rekan netizen maupun aktivis media sosial untuk berkontribusi dalam usaha mewujudkan kecerdasan dan budi pekerti bangsa yang lebih beradab dan membanggakan para pahlawan bangsa ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlangganan

//